Pekanbaru – Rotte Bakery turut hadir dalam Pekanbaru Marketing Festival 2026 yang diselenggarakan oleh Marketeers di Premiere Hotel Pekanbaru, Jalan Sudirman, Kamis (6/8/2026). Kehadiran Rotte Bakery dalam kegiatan ini diwakili oleh Fajar selaku Manajer Marketing Rotte Bakery.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu kesempatan bagi pelaku usaha dan perusahaan di Pekanbaru untuk mendapatkan wawasan mengenai perkembangan pemasaran, sekaligus melihat bagaimana perubahan teknologi memengaruhi cara perusahaan berkomunikasi dengan konsumen.
Selain Fajar dari Rotte Bakery, sejumlah personel dari lingkungan Babada Corp juga hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka di antaranya Haryono dan Puput Novita dari Tim Media Babada, Fahmi Nanda selaku CEO Rotte Factory, Agusman selaku CEO Rotte Coffee, serta Muhammad Mahyu Daniel yang hadir sebagai perwakilan Kampoeng Cookies.
Kehadiran sejumlah perwakilan tersebut menunjukkan perhatian perusahaan terhadap perkembangan dunia pemasaran yang terus mengalami perubahan. Bagi Rotte Bakery, kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang untuk memperoleh perspektif baru sekaligus memahami perkembangan strategi pemasaran yang relevan dengan kondisi saat ini.
Mempertemukan Pelaku Usaha dan Berbagai Institusi
Pekanbaru Marketing Festival 2026 dihadiri oleh perwakilan dari berbagai perusahaan dan institusi. Sejumlah peserta yang hadir berasal dari berbagai sektor, di antaranya Telkomsel, Agung Toyota Riau, Bank BRI, Pegadaian, Awal Bros Pekanbaru, FIF Group Pekanbaru, PT Bengkalis Kuda Laut, PLN, Riau Pos, Riau TV, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Riau.
Beragamnya latar belakang peserta membuat kegiatan ini tidak hanya menjadi forum bagi perusahaan untuk membahas pemasaran, tetapi juga menjadi ruang bertukar pengalaman dan perspektif antara dunia bisnis, industri, media, dan pendidikan.
Bagi Rotte Bakery, keterlibatan dalam kegiatan semacam ini menjadi bagian dari upaya untuk terus mengikuti perkembangan dunia pemasaran. Perubahan perilaku konsumen, perkembangan media digital, serta pemanfaatan teknologi membuat pendekatan pemasaran perlu terus dipelajari dan disesuaikan dengan kebutuhan.

Hermawan Kartajaya Bahas Marketing 7.0
Salah satu pembicara dalam Pekanbaru Marketing Festival 2026 adalah Hermawan Kartajaya, founder MarkPlus Inc yang menaungi Marketeers dan MarkPlus Institute. Dalam kesempatan tersebut, Hermawan Kartajaya menyampaikan materi mengenai Marketing 7.0.
Materi tersebut membahas perkembangan pemasaran di tengah kemajuan teknologi, termasuk hubungan antara strategi marketing, teknologi, dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Pembahasan mengenai AI menjadi relevan bagi dunia usaha karena teknologi tersebut mulai digunakan dalam berbagai aspek pekerjaan, termasuk pengolahan informasi, komunikasi, analisis data, serta pengembangan strategi pemasaran. Namun, perkembangan teknologi juga tetap perlu diiringi dengan pemahaman terhadap kebutuhan dan karakter konsumen.
Bagi tim marketing Rotte Bakery, pembahasan tersebut dapat menjadi tambahan wawasan dalam melihat perkembangan pemasaran secara lebih luas. Teknologi dapat menjadi alat pendukung, sementara pemahaman terhadap konsumen dan kualitas hubungan dengan pelanggan tetap menjadi bagian penting dalam menjalankan kegiatan pemasaran.
Menambah Wawasan untuk Pengembangan Marketing
Partisipasi Rotte Bakery dalam Pekanbaru Marketing Festival 2026 menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan wawasan tim. Melalui forum yang mempertemukan berbagai perusahaan dan pelaku industri, Rotte Bakery dapat mengikuti pembahasan mengenai tantangan serta perubahan yang sedang terjadi dalam dunia pemasaran.
Kehadiran Fajar sebagai perwakilan Rotte Bakery juga menjadi kesempatan untuk menyerap informasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menjalankan aktivitas pemasaran ke depan. Terlebih, perkembangan teknologi digital dan AI terus membuka berbagai kemungkinan baru dalam komunikasi antara bisnis dan konsumen.
Rotte Bakery berharap kegiatan seperti Pekanbaru Marketing Festival dapat terus menjadi ruang bagi pelaku usaha di Riau untuk saling berbagi pengetahuan dan mengikuti perkembangan industri. Bagi perusahaan, pembelajaran yang diperoleh dari berbagai forum dapat menjadi salah satu bahan untuk melakukan evaluasi dan pengembangan secara berkelanjutan.







